Wagub Seno Buka Rakor Awal GTRA Provinsi Kaltim 2025
(Pic : adpimprov)
POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA
: Wakil Gubernur Kalimantan Timur H Seno Aji membuka Rapat Koordinasi
(Rakor) awal Gugus Tugas Reforma
Agraria (GTRA) Provinsi Kalimantan Timur
2025. Dengan tema Sinkronisasi Data
HPL Transmigrasi Sebagai Kesatuan Data
di Provinsi Kaltim yang di laksanakan secara off line dan online, di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim,
Kamis (21/8/2025).
Mengawali
sambutannya, Wagub Seno Aji mengatakan,
atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, menyampaikan apresiasi
dan terima kasih kepada seluruh pihak,
khususnya Kementerian ATR/BPN, perangkat daerah, serta seluruh anggota GTRA
yang hadir baik secara off line maupun online mengikuti Rakor ini.
“Ini menunjukkan komitmen kita bersama, komitmen
bagaimana mempercepat pelaksanaan reforma agraria, serta kepastian hukum kepada
masyarakat, dan warga transmigrasi di Provinsi Kaltim,” kata Seno Aji.
Reforma Agraria,
lanjut Seno Aji adalah program prioritas nasional sebagaimana
tercantum dalam RPJMN 2025–2029 dan menjadi amanat langsung dari Peraturan
Presiden Nomor 62 Tahun 2023 tentang Percepatan Pelaksanaan Reforma Agraria.
“Program ini memiliki
tujuan besar untuk mengurangi ketimpangan penguasaan tanah, menangani konflik
agraria, memperkuat kesejahteraan berbasis agraria, serta membuka akses ekonomi
rakyat,” ujar Seno Aji.
Ditambahkan,
pelaksanaan GTRA di Kaltim tahun 2025 diarahkan pada sinkronisasi dan penataan
HPL Transmigrasi, agar data tanah menjadi satu kesatuan yang valid, akurat, dan
dapat dipertanggungjawabkan.
“Hal ini penting
untuk mendukung pembangunan daerah yang berkeadilan, khususnya dalam memastikan
ketersediaan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dan penyelesaian sengketa
agraria yang masih ada di masyarakat,” tandasnya.
Plt Direktur Jenderal
Penataan Agraria Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional
Dr. Ir Embun Sari mengatakan, Rakor awal GTRA
Provinsi Kalimantan Timur tahun 2025 dengan tema sinkronisasi data
HPL transmigrasi sebagai kesatuan data
di Provinsi Kalimantan Timur.
“Tema ini menjadi
pengingat bahwa program ini bukan sekedar target angka, tetapi bagian dari misi
besar bangsa mengurangi ketimpangan, menjaga lingkungan mempercayakan ekonomi
lokal, dan memperkuat ketahanan pangan,” tandasnya.
Reforma Agraria, kata
Embun Sari menjadi salah satu program strategi nasional yang sangat penting
dalam mendukung aspek Asta Cita kedua
yang memfokus pada swasembada
pengembangan pangan serta Asta Cita ke enam yang menekankan pembangunan
desa dari bawah, pemerataan ekonomi dan
pemberantasan pemberantasan kemiskinan.
Kepala Kantor Wilayah Badan Pertahanan Nasional Provinsi Kaltim Deni Ahmad Hidayat antara lain mengatakan Pemerintah Provinsi Kaltim telah memberikan dukungan bagi Reforma Agraria yaitu dengan pembentukan Tim GTRA yang ditetapkan dengan surat keputusan Gubernur Kaltim nomor 100.3.3.1/K.219/2025 tanggal 2 Juni 2025.
“Tim GTRA Provinsi
Kaltim diketuai oleh Gubernur dengan Ketua pelaksana harian Kepala Kantor
Wilayah BPN,” kata Deni Ahmad Hidayat. (mar)